Sekadar Angan (Sebuah Mimpi di Siang Hari)



Selamat!
Sekarang, segala pedihnya laknat
telah hilang dimakan waktu yang penat
Meskipun itu sudah terlambat

Untuk pertama kalinya
Aku merasakan cintanya
yang palsu sebenarnya
Meskipun itu memang takdirnya

Dia telah membuat hidupku yang fana
menjadi berwarna
Bagai taman bunga di negeri seberang sana
Meskipun itu sebuah fatamorgana

Kumohon, nyanyikan aku
sebuah lagu lama–yang kaku
Selagi hatiku hancur oleh luka paku
Meskipun itu telah lama dipendam hatiku

Seperti matahari itu
Kau menyinari hidupku–utuh menjadi satu
Tapi tetap saja, aku tak terlihat seperti hantu
Meskipun ingin kulemparinya dengan batu

Semua berubah menjadi merah
seperti tetes darah
Menandakan munculnya sang marah
Meskipun itu tak membuatku gerah

Layaknya seorang pemburu
kau pergi mengembara–buru-buru
Mencari kekasih untuk diburu
Meskipun itu sebuah kisah bodoh yang penuh haru

Sulitnya melepaskan
sama seperti sulitnya meninggalkan
yang pilunya terlalu pahit untuk dirasakan
Meskipun sebenarnya aku sungkan

Pelan-pelan
Hilangnya segala senyum dan sapaan
telah menjadi sebuah kebiasaan
Meskipun sebenarnya aku tidak tahan

Segala rantai panas
yang membuatku kebas
Kini telah lepas membuatku bebas
Meskipun rasanya seperti sedang meminum racun segelas

Tak pernah terbayangkan olehku
jika sukma ini harus mengaku
Ini semua terjadi di luar pikiranku
Meskipun aku sedang tidak mati–tapi mimpi membeku



September 09, 2016
–Hanna Ghazali

Komentar

Postingan Populer